Cara Fermentasi Kotoran Kambing Dengan EM4

Posted on
Cara Fermentasi Kotoran Kambing Dengan EM4
2 (40%) 1 vote

Cara Fermentasi Kotoran Kambing Dengan EM4 (Pupuk Berkualitas)

Fermentasi Kotoran Kambing Dengan EM4 Assalamualaikum wr.wb  Hai semua semoga dalam keadaan sehat ya. Harapannya setelah sobat membaca artikel ini, sobat bisa membuat fermentasi kotoran kambing dengan komposisi yang pas menggunakan EM4, mengetahui standar pupuk yang baik dan manfaat pembuatan pupuk dari kotoran kambing.

Ada banyak sekali jenis limbah dari peternakan kambing. Contohnya adalah kotoran kambing dan sisa pakan kambing yang tidak habis. Limbah yang seperti ini kurang dimanfaatkan sehingga banyak terbuang dengan sia – sia. Nah biasanya kotoran kambing bisa digunakan oleh para petani menjadi pupuk kompos yang kualitasnya lumayan loh.

Manfaat Kotoran Kambing

Ada banyak sekali manfaat dan keuntungan dari kotoran kambing sendiri selain menjadi pupuk kandang atau pupuk kompos, yaitu :

  1. Menghilangkan potensi patogen yang ada dalam kotoran ternak,
  2. Mengurangi penyimpanan limbah peternakan yang berlebih,
  3. Kotoran kambing yang dikompos dapat melepaskan unsur-unsur hara yang langsung dapat dimanfaatkan oleh tanaman,
  4. Bau yang ditimbulkan dari tumpukan kotoran kambing bisa berkurang,
  5. Biji-bijian yang berpotensi untuk menjadi gulma akan mati dan tidak tumbuh,
  6. Mengurangi sumber polusi,
  7. Memperbaiki tanah.

Manfaat yang sudah Joann sebutkan tadi, tidak hanya ada di kotoran kambing, bisa juga ditemukan di kotoran sapi, ayam, kerbau, gajah, dan lain – lainnya.

Bagaimana Pupuk Kompos Yang Baik ?

Pupuk kompos yang baik mempunyai rasio C/N <20, sehingga sangat bagus apabila kotoran kambing dikomposkan terlebih dahulu. Jika kotoran kambing ini akan digunakan langsung tanpa proses pengomposan, lebih baik diberikan pada musim kedua penanaman.

Kadar air yang terdapat di kotoran kambing relatif lebih rendah dibandingkan dari kotoran sapi dan sedikit lebih tinggi dari kotoran ayam.

Tekstur dari kotoran kambing sangat khas, berbentuk butiran-butiran yang agak sukar dipecah secara fisik sehingga akan sangat berpengaruh terhadap proses penyediaan haranya dan proses dekomposisi.

Cara Membuat Kompos Dari Kotoran Kambing

Ada dua cara sebenarnya untuk membuat kompos dari kotoran kambing.

Cara  Pertama

Cara yang pertama, tidak hanya dari kotoran kambing, ada tambahan bahan yang akan digunakan seperti bahan – bahan organik lainnya.

Bahan – bahan yang digunakan antara lain :

  1. kotoran kambing,
  2. sisa pangkasan penegak,
  3. limbah kopi,
  4. jerami,
  5. penutup tanah,
  6. dedak,
  7. bebokor, dan
  8. limbah somil (gergajian).

Cara Pembuatan

  1. Buat larutan biofermentasi dari molases dan biofermentasi EM-4, dengan konsentrasinya 10 cc/ 20 liter dan masing-masing volumenya 250 cc. Molases sebanyak 250 ml, EM4nya sebanyak 10 ml dilarutkan ke dalam air 20 liter. Semuanya dicampur dan diaduk sampai merata.
  2. Limbah pertanian seperti limbah somil dan limbah kopi dipotong-potong dg ukuran 5–10 cm, kemudian limbah pertanian dicampur hingga merata.
  3. Kotoran kambing ditaburkan ke campuran limbah pertanian, dan ditumbuk hingga membentuk guludan / bedengan dengan panjang 5-8 meter dan ukurannya 2 mete atau disesuiakan.
  4. Guludan disiram dengan larutan biofermentasi yang telah dibuatsudah dibuat tahap no.1 hingga terkena semua guludannya.
  5. Membuat campuran limbah pertanian yang digunakan untuk lapisan ke dua. Setelah dilapisi dengan limbah pertanian, di atasnya ditaburkan pupuk kandang hingga merata, kemudian disiram dengan larutan biofermentasi sampai basah dan rata.
  6. No 2 dan 3 dilakukan lagi hingga lapisan ke tiga, sampai ketinggian guludan mencapai 60 – 80 cm atau bahan sudah habis.
  7. Kemudian guludan tersebut ditutup dengan plastik gelap hingga rapat dan dibiarkan terjadi proses dekomposisi.
  8. Setelah 10 hari, plastik hitam tersebut dibuka dan diaduk, setelah itu ditutup kembali seperti semula.
  9. Pupuk oragnik selesai dan siap digunakan setelah berumur 30 – 40 hari sampai panasnya turun atau dingin.

Cara Ke Dua

Aktifkan terlebih dahulu EM4 dengan mencampur EM4, air dan molases. Perbandingan EM4, air dan molases adalah 1 : 100 : 1.

Contoh:

1 ml EM4 : 100 ml air : 1 ml molases  atau
10 ml EM4 : 1000 ml air : 10 ml molases.

Diamkan campuran EM4, air, dan molases selama dua hari agar bakteri dalam EM4 teraktifkan. Takaran untuk menggunakan EM4 harus sesuai dengan petunjuk dalam kemasan yaitu 1 liter EM4 untuk 1 ton pupuk kandang / bahan.

Larutan yang berisi EM4, air, dan molases disiramkan hingga merata ke kotoran kambing yang hendak di buat kompos. Kemudian ditutup rapat kurang lebih selama 1 – 2 minggu. Kadar air pada pupuk kandang perlu diperhatikan.

Ciri-ciri kadar air yang standart dan pas dalam pembuatan pupuk kompos dari kotoran kambing adalah kalau bahan dikepal, dan dilepaskan, kotoran kambing tidak pecah dan tidak mengeluarkan air.

Jangan lupa untuk membolak balikkan kompos selama diperam. Kegiatan ini bertujuan agar proses pengomposan terjadi secara aerobik tidak anaerobik. Karena pengomposan aerobik lebih baik daripada pengomposan secara anaerobik.

Kelebihan Dari Pengomposan Aerobik

  1. Prosesnya berlangsung lebih cepat yaitu 4 – 6 minggu. Anaerobik bisa sampai 24 minggu.
  2. Tidak menghasilkan gas yang berbau.
  3. Efek pupuk tetap dingin atau tidak terjadi adanya peningkatan suhu pada proses aerobik
  4. Dapat menguraikan material limbah yang mengandung serat selulosa pada proses pengomposan aerobik sedangkan tidak dapat terjadi pada proses pengomposan anaerobik.

EM4 (Effective Microorganisms-4) merupakan cairan yang beraroma manis asam dan berwarna kecokelatan. Di dalam EM4 terkandung campuran dari beberapa mikroorganisme hidup yang dapat menguntungkan serta bermanfaat untuk proses persediaan unsur hara dan penyerapan di dalam tanah.

Nah itulah tadi beberapa cara Fermentasi Kotoran Kambing Dengan EM4 yang dapat Joann share di artikel kali ini. Semoga dapat bermanfaat buat kalian yang ingin mencoba dan ingin membuatnya tanpa harus membeli.  Sekian. Wassalamualaikum wr.wb.. Sayonaraa ^^)/

Kunjungi artikel terkait:

  1. Teknik Budidaya Lada Dengan Tiang Panjat [Mati dan Hidup]
  2.  Cara Mencangkok Pohon Nangka Yang Benar
  3. Cara Budidaya Kacang Hijau + Pupuk Yang Baik dan Benar
  4. Cara Mudah Menanam Daun Sirih di Rumah Sendiri
  5. Cara Menanam Labu Air (Sukses Budidaya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *