Cara Merawat Buah Naga Agar Terus Berbuah

Diposting pada
Berapa nilai post ini?

Cara Merawat Buah Naga Agar Terus Berbuah

Cara Merawat Buah Naga Agar Terus Berbuah – Buah naga merupakan salah satu tanaman semak merambat yang hidup epifit dengan akar udara pada batang sulurnya. Buah naga juga merupakan tanaman yang masih satu keluarga dengan tanaman jenis kaktus.

Tahukah kamu ?
Dragon Fruit atau buah naga merupakan jenis tanaman yang berasal dari Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan, sampai menyebar ke Indonesia. Pembudidayaan buah naga sangat cocok dengan kondisi iklim dan alam yang ada di Indonesia.

Pada ketinggian 0-350 meter dpl dengan curah hujan sekitar 720 mm per tahun, buah naga ini bisa tumbuh secara optimal. Suhu udara yang ideal untuk pertumbuhan buah naga berkisar 26-36 derajat celcius.  

Dalam kajian ilmu Taksonomi buah naga masuk ke dalam Family kaktus atau Cactaceae . Berikut  klasifikasi buah naga secara lengkap :

KLASIFIKASI BUAH NAGA
KingdomPlantae
DivisiSpermatophyta
SubdivisiAngiospermae
KelasDicotyledonae
OrdoCactales
FamiliCactaceae
SubfamiliHylocereaneae
GenusHylocereus
SpesiesHylocereus costaricensis
Hylocereus undatus
Hylocereus polyrhizus
Hylocereus megalanthus

Cara Merawat Buah Naga

Tahap Persiapan

Persiapan yang musti dilakukan untuk budidaya buah naga dan perawatannya diantaranya adalah:

  1. Pembuatan tiang panjat

Dalam budidaya buah naga, tiang penyangga batang atau tiang panjat begitu dibutuhkan untuk merambatnya tumbuhnya batang buah naga. Tinggi tiang panjat untuk budidaya buah naga umumnya 2-2,5 meter dengan diameter sekitar 10-15 cm.

Kemudian, di atas tiang berikan ban motor bekas, hingga sisi ujung atas tiang berupa stir mobil. Buat tiang panjat dengan cara berbaris, jarak tiang dalam satu baris 2,5 m dan jarak antar baris 3 m. Di antara barisan buat saluran drainase.

Baca juga:

  1. Cara Mengawinkan “Penyerbukan” Buah Naga Agar Cepat Berbuah
  2. Media Tanam Bunga Anggrek dan Jenis-Jenis Anggrek
  3. Cara Mencangkok Pohon Mangga Agar Cepat Berbuah
  1. Pemrosesan tanah

Buat lubang tanam dengan ukuran 60 x 60 cm dengan kedalaman 25 cm. Timbun kembali lubang tersebut dengan kombinasi pasir, tanah galian, pupuk kompas, dan kapur kemudian siram dengan air secukupnya.

Sesudah 2-3 hari, berikanlah pupuk TSP. Setelah itu, tunggu 1 hari untuk penanaman buah naga.

3. Penanaman bibit buah naga

Untuk satu tiang panjat diperlukan 4 bibit buah naga. Bibit ditanam mengelilingi tiang panjat tersebut. Jarak antara tiang panjat dan bibit buah naga adalah sekitar 10 cm. Setelah ditanam, ikat batang bibit buah naga hingga melekat pada tiang panjat.

Tahap Perawatan Buah Naga

Perawatan penanaman buah naga sangat diperlukan jika menginginkan keberhasilan dalam melakukan budidaya buah naga. Perawatan yang harus kita lakukan untuk budidaya buah naga adalah sebagai berikut :

  1. Penyiraman tanaman

Penyiraman ini harus sesuai dengan kebutuhan tanaman, serta memperhatikan waktu penyiraman. Di awal proses penanaman, penyiraman pada tanaman ini dapat dilakukan 2 kali sehari. Sewaktu musim kemarau, penyiraman harus semakin rutin agar tanaman tidak kekurangan air.

Namun jika musim penghujan tiba, penyiraman pada tanaman ini bisa dikurangi, karena sudah tercukupi oleh air hujan.

  1. Pemberian pupuk

Salah satu perawatan yang harus dilakukan pada tanaman buah naga adalah pemupukan. Unsur-unsur yang terkandung dalam pupuk sangat penting dalam bagi tanaman. Dengan demikian bisa diketahui pada setiap tahap pertumbuhan tanaman jenis pupuk apa yang dibutuhkan.

Di awal pertumbuhan buah naga, sebaiknya pupuk yang kita gunakan adalah pupuk yang banyak mengandung unsur Nitrogen (N) yang merupakan unsur terpenting dalam masa pertumbuhan tanaman.

Berikan pemupukan NPK dengan dosis 25 gram per pohon setiap satu bulan. Selanjutnya diaduk dengan Tricho kompos yang bermanfaat agar unsur hara cepat dan optimal diserap oleh tanaman buah naga.

Ketika masa awal produktifnya, tentu semua tanaman membutuhkan pupuk dengan kandungan Fosfor dan Kalium yang tinggi.

Proses pemupukannya dilakukan secara berkala, agar unsur yang dibutuhkan tanaman terpenuhi  dan mempercepat pertumbuhan buah naga.

  1. Pengaturan percabangan

Pengaturan percabangan buah naga bertujuan untuk mengatur pembuahan dan untuk menjaga kesehatan tanaman. Pengaturan percabangan ini  dengan cara pemangkasan cabang dan tunas bakal cabang.

Disarankan untuk bakal cabang yang masih dalam bentuk tunas untuk kita pangkas. Cabang-cabang baru buah naga jika ingin dibiarkan tetap tumbuh harus kita batasi agar pertumbuhan buah naga menjadi optimal.

Pemotongan atau pemangkasan batang buah naga bisa dibilang mudah dan sederhana jika kita benar-benar bisa mempraktekkannya. Pemangkasan atau pemotongan batang buah ini memiliki tujuan agar dapat menghentikan pertumbuhan cabang baru yang dapat mempengaruhi pertumbuhan buah naga tepat pada bagian buahnya.

Jadi, dapat kita tarik kesimpulan bahwa tidak adanya pertumbuhan cabang baru buah naga berarti nutrisi dan unsur hara yang diperoleh akar sepenuhnya digunakan untuk menumbuhkan bunga dan bakal buah.

Tanaman buah naga merupakan salah satu tanaman berumur panjang. Siklus produktifnya bisa mencapai 15-20  tahun. Produktivitas pada panen pertama biasanya tidak langsung optimal.

Ciri-ciri buah naga yang siap untuk dipanen adalah kulitnya sudah mulai berwarna merah mengkilap. Dan apabila sisik buah naga sudah tampak layu maka tanda bahwa buah naga sudahlah matang.Kunjungi juga artikel lainnya:

  1. Cara Membuat Teh Daun Kelor Sendiri dan Manfaatnya Bagi Kecantikan
  2. Pengertian Salad, Contoh, Jenis dan Komposisinya
  3.  14 Manfaat Garam untuk Tanaman Cabai [Lengkap]
  4.  Cara Pemangkasan Tanaman Melon [Hasil Berkualitas]
  5.  Manfaat + Kegunaan EM4 untuk Tanaman dan Kesuburan Tanah

Tinggalkan Balasan