Cara Pemupukan Padi Ciherang

Posted on

cara pemupukan padi sawah yang benar

Cara Pemupukan Padi Ciherang – Apa kabar sahabat pembaca ? Semoga sahabat senantiasa diberi kesehatan oleh-Nya. Pada artikel ini, sahabat pembaca akan mendapatkan informasi tentang pemupukan padi ciherang, bagaimana dosis pupuknya dan cara penerapannya pada tanaman padi, sehingga tidak menutup kemungkinan bisa menghasilkan hingga 10-11 ton/ha pada beberapa hasil panen.

Sahabat pembaca, tanaman padi ciherang merupakan jenis padi persilangan dari jenis varietas unggul padi lokal untuk menghasilkan varietas padi unggulan. Dengan adanya padi jenis ini, dapat menjawab keraguan petani akan mahalnya padi jenis hibrida.

Waktu pemupukan padi ciherang ini sedikit berbeda dari jenis padi lainnya, yaitu pada umur 115-125 hari. Jadi fasenya adalah, persemaian 20 hari, fase vegetatif 35 hst, fase generatif reproduktif 36-65 hst dan fase generatif pematangan 66-100 hst.

Pastinya, pemilihan benih unggul dan bermutu sangat penting untuk dilakukan. Selain itu, pemeliharaan atau perawatan yang optimal dari awal penanaman hingga panen menjadi kunci keberhasilan menanam padi.

Keunggulan padi jenis ciherang 

  1. Memiliki hasil produktifitas sekitar 6,0 – 8,5 ton per Ha, dengan umur tanaman relatif singkat yaitu 116-125 hari atau kurang lebih 4 bulan.
  2. Tahan terhadap hama dan penyakit, seperti hama wereng, bakteri, penyakit hawar daun, dan lainnya.
  3. Tekstur nasi yang dihasilkan lebih pulen serta wangi.
  4. Selain itu, harga benih padi ciherang lebih terjangkau dan benih masih bisa digunakan sebagai bahan tanam kembali setelah dikeringkan.

Baca juga:

  1. Cara Memperbanyak Anakan Padi Ciherang
  2. Pupuk Untuk Pohon Mangga Agar Cepat Berbuah
  3. Cara Membuat Pupuk Kompos dari Daun Kering

Jenis pupuk padi varietas ciherang

Dalam budidaya tanaman padi ciherang diperlukan bermacam-macam pupuk, antara lain :

  1. Organik berguna untuk memperbaiki fisik kesuburan tanah tempat penanaman.
  2. Urea atau pupuk N (Nitrogen) berfungsi untuk merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan dan khususnya padabatang, cabang, dan daun serta membantu menghijaukan daun padi dan dapat membantu proses fotosintesis.
  3. SP36 berguna untuk pertumbuhan akar khususnya untuk tanaman muda dan dapat membantu asimilasi dan pernapasan serta mempercepat pembungaan dan memasakan buah.
  4. Organik cair atau POC digunakan untuk menambah unsur-unsur mikro yang sesuai dengan tanaman padi.
  5. KCL atau Kalium yang berguna untuk memperkuat tanaman agar daun, bunga, dan buah tidak mudah gugur, serta menjadikan tanaman lebih tahan terhadap kekeringan dan membantu proses pemasakan buah.

Untuk memahami proses pemupukan untuk tanaman padi, sahabat tentunya harus mengetahui umur tanaman padi terlebih dahulu. Saat ini, banyak varietas padi yang dilepas oleh pemerintah berumur genjah.

Seperti Inpari 10 berumur 108-116 hari dan Inpari 13berumur 103 hari, namun untuk padi jenis ciherang dan IR 64 pada umumnya berumur 115-125 hari.

Untuk menentukan kapan tanaman padi dipupuk, dapat kita lihat dari fase-fase tumbuhnya tanaman padi. Karena bahasan kali ini tentang pemupukan padi ciherang. Berikut fase-fase yang dialami oleh padi ciherang, yaitu :

  1. Persemaian 20 hari.
  2. Fase vegetatif 35 hari setelah tanam (hst).
  3. Fase generatif reproduktif 36-65 hari setelah tanam (hst).
  4. Fase generatif pematangan 66-100 hari setelah tanam (hst).

Pemupukan padi ciherang yang benar

jadwal pemupukan padi

  1. Pupuk dasar padi ciherang

Ketika bibit dipindahkan dari tempat persemaian, bibit padi memerlukan sekitar 8-12 hst untuk dapat memeperkokok perakarannya. Saat inilah pemupukan pertama baik dilakukan, karena pada saat itu daun dan akar tanaman padi sudah mulai berkembang.

Dengan begitu, akar akan menjadi maksimal untuk menyerap unsur hara dari dalam tanah. Untuk diingat sahabat pembaca, bahwa jangan memberikan pupuk anorganik seperti Urea ketika tanaman padi masih berumur 0-5 hst, karena akar belumlah siap untuk menerima pupuk tersebut serta pupuk ini mudah menguap, menghisap dan melepaskan uap air (higrokopis).

  1. Pupuk susulan ke-1 padi ciherang

Pupuk susulan pertama diberikan sekitar minggu ke 3 (sekitar 21-25 hst ) ditandai setelah para petani melakukan pengoyosan, saat inilah pemupukan dilakukan.

Sewaktu pengoyosan dilakukan, maka akar tanaman padi akan putus. Dengan putusnya akar, tanaman akan membentuk anakan baru. Pada saat inilah unsur hara dapat diserap secara optimal oleh tanaman dan menghasilkan jumlah anakan yang maksimal.

  1. Pupuk susulan ke-2 padi ciherang

Diberikan sekitar umur tanaman mencapai minggu ke 5 ( sekitar 30-40 hst ). Masa ini adalah peralihan dari fase vegetatif ke fase generatif. Tanaman membutuhkan nutrisi yang tinggi dalam kondisi ini.

Hal ini disebabkan karena telah keluarnya daun bendera atau biasa disebut padi bunting, yang artinya malai akan segera keluar dari daun bendera tersebut. Nah, pada saat inilah waktu pemupukan yang tepat.

Jadi bila kita ingin melakukan pemupukan tanaman padi, lihatlah 3 kondisi tersebut di atas. Saat itulah kondisi tanaman padi akan maksimal menyerap unsur hara yang kita berikan dan hasilnya dapat memuaskan. Pemupukan tanaman padi disesuaikan dengan kondisi cuaca/iklim, struktur tanah, waktu, tempat, varietas dan faktor lainnya juga.

Teknik pemupukan tanaman padi sangat relatif, tidak ada ukuran pasti dosis dan waktu yang ditentukan, karena banyak faktor yang harus diperhatikan. Struktur tanah dan kondisi unsur hara yang berbeda-beda di tempat satu dengan tempat lainnya,tentu membutuhkan teknik dan cara yang berbeda ketika dalam melakukan pemupukan.

Dalam teknik pemupukan padi diperlukan ketelitian dan kejelian, karena dosis yang pas hanya bisa diketahui dengan terus melakukan uji coba. Jika belum maksimal perlu dicoba kembali, seperti jenis pupuk yang digunakan.

Pemupukan padi ciherang menurut pemerintah

Mengacu pada teori dasar yang disampaikan pemerintah jika kita menggunakan NPK (misal PONSKA) dosis anjurannya adalah 100 kg urea dan 300 kg NPK/ha.

Sementara untuk perbandingan ukuran masing-masing jenis pupuk/ha adalah sebagai berikut (untuk luas sawah 1 Ha) :

  1. Pupuk Urea atau Nitrogen : 200 – 250 kg
  2. Phospor (SP36) : 100 – 150 kg
  3. Kalium atau KCL : 75 – 100 kg
  4. Untuk pupuk organik, digunakan secukupnya (sesuai kebutuhan)

Selanjutnya waktu pemberian pupuknya juga sangat bervariasi dan perlu perhitungan yang pas karena bisa berbeda antara satu dengan yang lainnya. Sebagai gambaran apa bila mengacu pada rekomendasi di atas, maka lakukan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Lakukan penyebaran pupuk SP36 ke lahan sawah sesuai dengan dosis yang dianjurkan dan dilakukan satu hari sebelum penanaman bibit.
  2. Setelah padi berumur 1 minggu setelah tanam, lakukan pemupukan dengan pupuk organik.
  3. Setelah padi berumur 2 minggu setelah tanam, lakukan pemupukan dengan cara disebar. Pupuk yang digunakan adalah pupuk Urea 70kg dan KCL 40 kg.
  4. Setelah berumur 25 hari, lakukan penyebaran pupuk Urea sebanyak 65 kg.
  5. Setelah berumur >30 hari, lakukan penyebaran pupuk kembali Urea 60 kg dan KCL 40kg.

Note

Demikianlah tadi informasi tentang Cara Pemupukan Padi Ciherang  yang bisa kami berikan. Terimakasih atas kunjungannya. Jangan lupa share artikel ini supaya bisa bermanfaat juga bagi teman-teman kita. 🙂

Tinggalkan komentar sobat pada kolom yang sudah disediakan.

Kunjungi artikel terkait:

  1. Cara Menanam Melon Dari Biji
  2. Cara Menanam Daun Pandan Wangi
  3. Cara Pemupukan Cabe Sistem Kocor
  4. Cara Pemangkasan Tanaman Lada
  5. Cara Mencangkok Pohon Jeruk

Leave a Reply